Slider

Para Pencari Tuhan Jilid 14

Bang Jack yang sedang memegang golok menghadapi beberapa warga yang bersiap menghakimi Maling yang bersembunyi di punggung Bang Jack. “Ini negara hukum, jangan main hakim sendiri. Kalian kenal nggak sama nih orang?” Warga menjawab “Kenal, Bang. Satu RW”. Bang Jack bertanya ke Maling “Lu kenapa nyolong?” “Buat beli susu anak, Bang”. Bang Jack memarahi warga sambil mengacungkan golok “Orang lagi susah bukannya ditolong malah mau digebukin. Kumpulin duit kalian, kasih ke nih orang. Kalo sampe anaknya sakit, terus meninggal, kalian sebagai tetangganya, semuanya berdosa” Ujar Bang Jack. Akhirnya semua orang memberi maling itu uang lalu membubarkan diri.

 

Peristiwa itu terlihat oleh KUNANG BRAMANTYA (50th) seorang sutradara yang sedang hunting lokasi di masjid. Sang sutradara terinspirasi untuk menambahkan karakter baru, “Ustadz golok” dalam cerita sinetronnya yang akan tayang di bulan ramadhan.  Saat ditawarkan Bang Jack menolak “Gue nggak bakat jadi artis. Dan gue juga nggak mau ikutan jadi penyebab umat lalai ibadah gara-gara nonton sinetron elu. Waktunya tahajud lu tanyangin sinetron, hidup itu untuk ibadah bukan untuk nonton tipi!”. Namun Sang Sutradara sangat yakin karakter Ustadz Golok bisa mendongkrak rating sinetronnya yang sudah mulai turun.  Diapun berusaha meyakinkan, “Abang yakin tidak mau terlibat dalam proyek yang mempunyai nilai dakwah?”  “Emang produsernya orang Islam?” tanya Bang Jack. Kunang menunjukkan foto Produser, perempuan setengah baya, cantik, berjilbab.

 

Pak Jalal tidak mengijinkan Bang Jack untuk jadi artis. “Kalo Abang jadi artis, masjid siapa yang urus?” Kata Pak Jalal sengit. “Tolong Pak Jalal jangan menghalangi Allah yang akan mengangkat derajat hidup saya yang sudah bertahun-tahun menjaga rumah-Nya. Ini waktunya saya berdakwah di tingkat nasional. Kalo saya berdakwah di masjid yang denger itu-itu saja. Kalo di tivi, yang nonton seluruh rakyat Indonesia” Bang Jack coba meyakinkan.

Pak Jalal tetap tidak setuju, dia kuatir Bang Jack nanti terpengaruh kehidupan glamour. “Emang nggak boleh saya jadi orang kaya?”. Pak Jalal sengit “ Kalo perlu saya beli PHnya. Atau sekalian stasiun televisinya, biar nggak tayang tuh sinetron.  Dan saya gaji Bang Jack sebagai marbot, satu milyar sebulan.”

 

Setelah Bang Jack jadi artis, Masjid semakin ramai. Sayangnya bukan untuk sholat melainkan untuk selfie dengan Bang Jack. Ada juga ibu-ibu hamil yang sengaja datang dari kampung, hanya ingin perutnya di usap pake golok dan berbagai macam tingkah warga yang aneh lainnya. Roy yang memperhatikan itu, mengkritisi Bang Jack. “Masjid itu buat tempat ibadah,  Bang. Bukan tempat untuk jumpa fans” Bang Jack risih, apalagi saat dia sedang menghafal dialog skenario,  bersamaan dengan David yang tadarus Qur’an. Akhirnya dia memutuskan untuk pindah ngontrak di dekat lokasi shooting.

 

Di kehidupan lain, Pak Jalal masih sangat berharap David menjadi menantunya. “Umur Papa sudah tua, nggak akan sempat jadi Hafidz. Satu-satunya yang mungkin ya punya menantu Hafidz”.  Bu Jalal sepakat dengan jalan pikiran suaminya, “Makmum ikut imam!” Tetapi disisi lain dia juga bisa memahami perasaan Zahro, “Tapi Mama juga nggak setuju kalo ada Siti Nurbaya lagi dijaman melineal”.

 

Zahro menemui David, “Aku tidak ingin mengecewakan papa. Aku kesini mau membuat kesepakatan kalau kita berpura-pura akan menikah, tapi tidak sekarang” “Terus kapan?” Ujar David. “Sampai waktu yang tidak ditentukan.” Ucap Zahro. “Bohong itu bisa jadi menyenangkan tetapi pasti berakhir sakit ketika ketahuan, jujur kadang awalnya sakit tapi ujungnya InsyaAllah bahagia, kebenaran akan hadir dengan caranya sendiri” Ujar David. Zahro kecewa karena David tidak mau diajak kerjasama. Ternyata David punya alasan ”Aku tidak pandai pura-pura, tapi aku juga tidak mampu mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya kepada kamu. Aku hanya yakin akan janji Allah bahwa laki-laki yang baik akan bertemu dengan perempuan yang baik pula”.

 

Perdebatan sering terjadi ketika David dan Zahro bertemu, mulai dari masalah ummat, mengelola masjid, jodoh, orang tua, bisnis, fiqih, hingga masalah sepele seperti makanan dan minuman favorit. Semakin hari mereka semakin banyak menemukan perbedaan diantara mereka. Namun yang pasti, mereka semakin sering bertemu dan menikmati perbedaan satu sama lainnya hingga tanpa disadari diantara mereka tumbuh kedekatan.

 

Sedangkan Viral, tengah bersiap untuk melamar Alexandria, namun disaat yang bersamaan, Viral mendapat kabar bahwa Nurlela, Ibunya, meninggal. Terpaksa lamaran dibatalkan dan Viral berangkat ke Malaysia. Sepulangnya dari Malaysia, Viral membuka berkas peninggalan Almarhumah Ibunya dan menemukan surat wasiat yang berisi, Viral harus menikah dengan anak sahabat Almarhumah Ibunya yang bernama PUTRI, cantik, berjilbab, (20th). Viral bimbang mana yang harus dipilih. Alexandria yang mengetahui surat wasiat itu mengundurkan diri dan pergi meninggalkan Viral.

 

Pada saat Zahro sedang curhat ke Viral di café soal sikap Pak Jalal yang menjodohkan dirinya dengan David, tiba-tiba Putri muncul atas perintah orangtuanya. Putri beranggapan bahwa Viral sudah punya pacar, terjadi salah paham yang berkelanjutan. Berbeda saat Putri bertemu dengan David yang religius, dia memiliki kesan yang kuat di hatinya.

 

Proyek Pisangku Senang ditutup oleh Pak Jalal. Semua pegawai dipindah Pak Jalal ke Proyek Tambangku Sayang di Papua, kecuali Asrul yang harus menemani Udin yang baru sembuh dari kegilaannya dan berhasil menggagalkan penggusuran masjid oleh Bahrudin. Pak Jalal mempekerjakan Asrul dan Udin dengan tugas menghalangi Bang Jack agar tidak jadi artis dengan imbalan satu milyar jika berhasil. Alih-alih berhasil, Asrul malah ditawari menjadi Manajer artis oleh Bang Jack dan Udin menjadi Asistennya dengan iming-iming gaji bulanan dan bonus. Udin menghasut Asrul agar mau menerima tawaran keduanya. “Kita main dua kaki, Srul!” Ujar Udin.

 

Sementara Bombi sibuk mempelajari rukun islam seperti Shalat, Zakat, dan Puasa. Semua itu dia lakukan karena Ambar mengancam kalau tidak bisa mengamalkan itu semua secara benar, Ambar akan menggugat cerai Bombi. Bersama Ajung dan Atep, Bombi hendak belajar ke Bang Jack, tapi Bang Jack sibuk Syuting. Atep menyarankan untuk belajar bersama David, Bombi menolak karena David lebih muda “Belajar Agama itu, harus sama orang yang sudah dekat dengan Tuhan, alias sudah mau mati”. Akhirnya Ajung dan Atep mencari orang-orang tua untuk belajar agama, namun semua orang yang dijadikan guru malah lebih tidak paham agama, bahkan menyesatkan mereka.

 

Kunang yang telah memilih Bang Jack menjadi aktor di sinetronnya, merasa repot karena sikap Bang Jack yang sering ikut campur dalam urusan produksi. Antara lain; menentukan pemain yang akan jadi lawan main (mengusulkan agar Chelsea, Barong, dan Juki ikut bermain),  kalau masuk waktu sholat harus break, sampai merubah skenario yang dianggap buruk. Misalnya, “Mayat hidup nasehatin orang? Ngarang lu.  Eh orang mati selesai semua urusannya kecuali tiga perkara!“ kata Bang Jack. Bahkan sinetron bergenre horor yang tadinya cuma ada adegan dakwah sedikit itu berubah menjadi senetron bergenre komedi religi.  Apa boleh buat, Sutradara tidak bisa berbuat apa-apa, karena kenyataannya rating sinetron tersebut bertambah baik setelah Bang Jack jadi aktornya.

 

Apakah Bang Jack tetap memilih jadi bintang film sebagai metode berdakwah? Apakah Pak Jalal berhasil mengembalikan Bang Jack ke masjid? Apakah Zahro memilih Viral atau David? Apakah Viral memilih Putri atau Zahro? Apakah Bombi berhasil mendapatkan guru Agama? Semua ini adalah ujian untuk mereka dan yang paling penting, “Inget mati, Bro”.

 

***

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn