Slider

Demi Sabrina

 

Untung(30th) adalah orang yang lihai dalam urusan pinjam meminjam dan menghindari tagihan hutang. Dia meyebut dirinya adalah Seniman kata-kata yang pekerjaannya mengarang. Bedanya Untung dengan pengarang lainnya adalah, Untung menuangkan karangannya  dalam kehidupan nyata, bukan dalam bentuk buku. Jadi ketika ditagih hutang dan meminjam uang Untung selalu menemukan ide unik untuk membuat orang simpatik. Untung tidak pernah kehabisan ide untuk pinjam uang dan menghindari hutang sebab dia adalah seniman.

 

Bukan tanpa alasan Untung berhutang, dia terpaksa melakukan itu sebab dia mengambil alih tugas Negara, yaitu membiayai sekolah adiknya. Saat ini Negara baru bisa membiayai sekolah sampai tingkat SMA, lantas bagaimana anak bangsa jadi pintar dan bisa bersaing di kancah internasional jika hanya lulusan SMA? Disinilah untung menganggap Negara ini gagal melaksakan tugasnya mencerdaskan anak bangnya. Oleh sebab itu dia mengambil alih tugas itu. Dengan hutang kesana-kemari Untung membiayai kuliah Sabrina.

 

Karena hutang Untung sudah keterlaluan dan seolah tidak punya niat untuk bayar, Warga kesal dan mengadu pada tokoh masyarat. Warga menuntut Untung diusir dari kampung dan rumahnya dilelang untuk bayar hutang. Pak Kyai, tokoh agama yang dihormati meminta warga untuk bersabar. Pak Kyai meminta Untung datang untuk disahehati agar segera membayar hutangnya. Namun bukannya mau membayar hutang, Untung justu melimpahkan hutang itu pada Allah. “Hamba ini adalah Milik Mu Ya Allah. Milik Mu. Karena hamba sepenuhnya milik Mu, jadi hutangku juga hutang Mu. Bayar hutang Mu Ya Allah. Bayar!” begitu kata Untung meminta agar orang-orang menagih hutang langsung pada Allah. Warga bingung sekaligus kesal karena tindakan Untung yang tak tahu sopan santun. Untung justru semakin menjadi, Dia menganggap Allah justu punya hutang pada dirinya. “Jika janji adalah hutang, maka Allah punya hutang pada saya” begitu kata Untung dengan penuh percaya diri.

 

Suatu hari, Sabrina menelfon Untung dan bilang butuh uang sepuluh juta untuk baiya ujian dan skripsi. Untung bingung kesana kemari cari pinjaman. Dia ingin pinjam sertifikat tanah temannya untuk digadaikan namun tidak bisa, mau nambah hutang lagi pada Pak Hendra, juga tidak bisa sebab hutang sebelumnya masih nunggak. Saat ini sertifikat rumah Untung dibawa oleh Pak Hendra sebagai jamina. Kalau sampai Untung tidak bisamelunasi hutangnya maka rumah Untung akan disita atau jalan Sabrina jadi bagian keluarga Pak Hendra. Mendengar Pak Hendra bicara seperti itu, Untung marah besar. Tidak mungkin dia membiarkan adiknya menikah dengan duda tua seperti Pak Hendra. Dengan tegas Untung menolak. Dia lebih baik kehilangan rumah daripada melihat adiknya menikah dengan Pak Hendra.

CERITA : HARIS SUHUD & DEDDY MIZWAR

SKENARIO : HARIS SUHUD

DESIGN PRODUKSI : DEDDY MIZWAR

PRODUSER : ASAD AMAR

SUTRADARA : HERWIN NOVIANTO

PERAN UTAMA PRIA : DIMAZ ANDREAN

PERAN UTAMA WANITA : DINDA KIRANA

PERAN PEMBANTU PRIA : JOE P PROJECT

PERAN PEMBANTU PRIA : IANG DARMAWAN

PENATA CAMERA : ARYO CHICKO

PENYUNTING GAMBAR : BAYU SAMANTHA AGNI

PENATA ARTISTIK : FRANS DEDE

PENATA MUSIK : THOERSI ARGESWARA

PENATA SUARA : AJAT

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn