Slider

Prasangka

Ramdan adalah seorang satpam di satu kawasan perumahan yang dikelola oleh Wijaya. Sebagai seorang sekuriti, Ramdan menganut moto, “Selalu mengedepankan rasa curiga untuk mencegah kejahatan. ”Kesigapan dan kecurigaan kepada orang-orang tertentu, di wilayah penjagaannya, malah kadang berlebihan, mempertemukannya dengan Desi, istri WIjaya. Desi was-was Wijaya punya wanita lain, dia perlu orang untuk mematai-matai suaminya. Ketika tahu Ramdan mudah curiga dan selalu menangkap orang yang dicurigainya, Desi memberi tugas pada Ramdan untuk mengawasi Wijaya. Karena kebutuhan rumah tangga dan sekolah anaknya, Ramdan menyanggupi kerja kepada Desi untuk mengawasi kegiatan Wijaya, yang adalah juga atasannya. Namun, di balik semua pekerjaannya itu, Ramdan sebenarnya sudah curiga pada istrinya, Ratri. Apalagi ketika dia menemukan handphone Ratri penuh dengan pulsa, padahal dia tidak pernah sekali pun meneleponnya. Sebaliknya dengan Ratri, walau dia sudah dicurigai dia tidak pernah mencurigai suaminya. Bagi Ratri, Ramdan itu suami dan akan mengurusnya dengan baik, bukan untuk dicurigai. Lagi pula, kondisi Ramdan yang berwajah pas-pasan, dengan gaji kadang selalu terpotong utang, dirasakan tidak akan mudah untuk mendapatkan wanita lain. Ramdan resah sebab sikap istrinya, tapi dia tetap bertugas, sebagai satpam perumahan dan mengawasi Wijaya. Keresahan Ramdan hilang, ketika mendapat perhatian lebih dari Amira, penjual kopi di kompleks. Dia jadi nyaman. Amira selalu mendengar keluh kesahnya dan mengerti. Perhatian Amira, membuat Ramdan ingin menyelesaikan tugas dari Desi, agar bisa mendapat semua pembayaran dan bisa memberikan bagian untuk Amira. Maka, ketika ada kesempatan untuk mengikuti Wijaya yang pergi diantar sopirnya ke satu café, Ramdan berusaha mengikutinya. Ramdan berhasil menemukan café yang didatangi Wijaya, dia masuk untuk mengambil foto Wijaya dengan orang yang ditemuinya di café, dan akan dikirim kepada Desi. Namun, Ramdan menjadi kaget luar biasa sebab melihat Wijaya duduk bersama Ratri. Perasaan Ramdan hancur, dia kecewa, marah, merasa dikhinati. Untunglah Amira dapat menenangkannya, bahkan perhatian Amira itu membuat Ramdan berpikir untuk menikahinya. Setelah mendapat foto Wijaya, Desi melabrak Wijaya sebab punya wanita lain. Tetapi, Wijaya bisa membuktikan kalau Ratri bukan wanita yang dipikirkan Desi sebab saat itu, tujuan dia ke café adalah untuk menemui Anisa, sepupunya, yang minta kantornya menjadi sponsor kegiatan sosial di daerah bencana Lombok. Ketika foto itu diambil Ramdan, Anisa sedang ke toilet. Pernyataan Wijaya didukung dengan datangnya Anisa yang mau pamit ke Lombok. Anisa menjelas kalau Ratri adalah teman SMA-nya yang sudah lama tidak bertemu. Dia mengundang Ratri datang untuk temu kangen sebab rumahnya tidak jauh dari lokasi café. Desi dan Wijaya kembali damai, berbeda dengan Ramdan yang langsung melabrak Ratri atas temuannya itu. Ramdan merasa gagal, Ratri mengkhianatinya. Walau Ratri menjelaskan, Ramdan tidak percaya, dia mengancam akan menikah dengan Amilagi. Ratri masa bodoh sebab dia yakin tidak akan ada wanita yang kuat bertahan hidup dengan Ramdan yang banyak kekurangannya. Ramdan menjadi kesal, jiwa laki-lakinya berontak, tapi Wijaya yang datang membuat semuanya jelas. Bahkan Wijaya menyuruh Ratri menyusul Anisa yang sudah berada di daerah bencana sekaligus membawa dana untuk kebutuhan di sana. Ramdan sadar, kecurigaan pada Wijaya dan Ratri salah. Dia khawatir Wijaya akan memecatnya atas peristiwa itu. Beruntung, wijaya tidak memecat Ramdan, bahkan Desi melunasi pembayaran hasil kerja Ramdan.

CERITA                                                  : DEDDY MIZWAR – AMIRUDIN OLLAND

SKENARIO                                          : SOKAT RAHMAN

PRODUSER                                          : ASAD AMAR                                                               

SUTRADARA                                       : HERWIN NOVIANTO

PERAN UTAMA PRIA                      : MUCLE

PERAN UTAMA WANITA              : WIDI DWINANDA

BINTANG TAMU                               : DEDDY MIZWAR

PERAN PEMBANTU PRIA              : JERIO JEFRI                    

PERAN PEMBANTU WANITA      : PUTRI PATRICIA

PENATA CAMERA                            : GUNUNG NUSA PELITA

PENYUNTING GAMBAR                : HANIF RIDLO

PENATA ARTISTIK                           : MASBRENKS

PENATA MUSIK                                : THOERSI ARGESWARA

PENATA SUARA                                : HARI AS SYAMSUAR

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn