Slider

Para Pemuja

Hubungan Farel dan Fitri sudah menginjak usia lima tahun. Sejak SMA mereka sudah dekat satu sama lain. Direncakan tahun ini mereka akan segera melaksanakan pernikahan. Tapi ujian cinta mereka mulai datang ketika pemilihan kepala desa akan digelar. Farel dan keluarganya mendukung Putut Wibowo, sementara Keluarga Fitri mendukung Salim Saliman yang memang punya hutang budi. Sebagai sekertaris desa, hubungan Darmuji ayah Fitri sangat dekat dengan Salim saliman si petahana.

Farel diberi pilihan antara memilih antara Fitri atau calon kades yang dia dukung. Kalau farel masih ngotot mendukung putut Wibowo, maka jelas dia tidak bisa menikah dengan Fitri, perempuan yang sangat dia cintai. Keduanya sama-sama menentukan masa depan Farel. Karena dehadapkan pada hal yang sulit,farel bingung. ditengah kebingungan itu, dia justru bertengkar dengan Fitri. Saat ini fitri menganggap farel tak serius dan tidak mau berkorban dan lebih memenctingkan urusan politik dari pada melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Konflik terjadi juga pada Suseno dan Jibna. Mereka adalah sahabat sejak kecil. Bahkan, dulu setelah lulus SMP mereka pernah merantau bareng ke jakarta menjadi kuli bangunan. Persahabatan mereka telah teruji oleh waktu dan berbagai percikan konflik. Namun kali ini persahabatan mereka benar-benar dipertanyakan, sebab sejak ada pemilihan kepala desa, hubungan mereka mulai renggang. Jibna memilih Salim saliman, si petahana sementara Suseno memilih calon baru Putut Wibowo.

Sementara itu, keluarga Pak Burhan juga terpecah belah karena adanya pemilihan kepada desa. Anak-anaknya yang sekarang sudah dewasa beda pilihan dengan sang Bapak. Bahkan untuk menakut-nakuti anaknya. Burhan mengancam tidak akan memberikan warisan pada anak-anaknya jika tidak mau menuruti keinginannya. basori, anak pertaman Burhan mau berbelok mendukung Salim Saliman seperti kata bapaknya. Alhasil, dia justru dimusuhi bapaknya sendiri.

Dari semua hingar bingar pemilihan kepala desa, ada satu orang warga yang sibuk dengan permasalahannya sendiri. Dialah Miji seorang sigle parent beranak satu. Sudah delapan belas tahun dia ditinggal Thokol, suaminya yang sekarang entah dimana. Setiap hari dia menyebar poster wajah suaminya dan bertanya pada orang-orang kemana perginya sang suami.

Lantas dari segala kekisruhan ini, apa yang akan terjadi? Dan bukankah pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya?

CERITA                                                  : HARIS SUHUD & DEDDY MIZWAR

 SKENARIO                                          : HARIS SUHUD

DESIGN PRODUKSI                          : DEDDY MIZWAR

PRODUSER                                          : ASAD AMAR                                                               

SUTRADARA                                       : TITO KURNIANTO

PERAN UTAMA PRIA                      : DIMAS ADITYA

PERAN UTAMA WANITA               : MASAYU CLARA

PERAN PEMBANTU PRIA              : DIAN SIDIQ

PERAN PEMBANTU PRIA              : RAHMAN YACOB

PERAN PEMBANTU PRIA              : FUAD IDRIS

PENATA CAMERA                            : ARYO CHICKO

PENYUNTING GAMBAR                : BAYU SAMANTHA AGNI

PENATA ARTISTIK                           : DEKO

PENATA MUSIK                                : ARENG WIDODO

PENATA SUARA                                : HARRY

PRODUKSI                                           : CITRA SINEMA

 

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn