Slider

BEREBUT RIZKI

AZIZI (55th) bersama RIZKI, anaknya (15th) pindah ke kota. Mereka pindah untuk sekolah dikota, dengan harapan mendapatkan sekolah yang bagus sehingga masa depan Rizki lebih cerah. Di kota mereka mengontrak di kontrakan HAJI MUSLIH ( 60th).
Baru sehari mereka di kota, Azizi menghembuskan nafas terakhir. Rizki menjadi anak yatim piatu, karena ibunya juga sudah meninggal beberapa tahun sebelumnya.
Haji Muslih, selaku pemilik kontrakan dan tokoh agama disitu mengajak beberapa warga agar mau mengadopsi Rizki sebagai anak. Warga menolak untuk mengadopsi, Haji Muslih menjelaskan tentang keutamaan memelihara anak yatim, salah satunya adalah memelihara anak yatim piatu akan membawa keberkahan dan memperlancar rejeki. Beberapa warga menolak, namun ada tiga orang yang berniat untuk mengadopsinya, yaitu SUTAJIR (45th), PIYUL (35th) dan TOYING (50th).
Ketiganya berniat mengadopsi dengan niat yang berbeda-beda. Sutajir, yang sedang mencalonkan diri menjadi Anggota DPRD ingin mengadopsi Rizki untuk mendukung kampanyenya. Karena jika ia mengadopsi anak yatim, pencitraannya akan semakin lancar, banyak media akan meliput dan viral sehingga dirinya semakin dikenal oleh rakyat dengan image seorang yang baik hati karena mengadopsi dan merawat anak yatim piatu yang kurang mampu.
Piyul seorang ketua RT yang sampai usia ke delapan pernikahannya tidak juga dikaruniai anak. Ia berniat mengadopsi Rizki karena kata orang-orang, mengadopsi anak bisa memancing kehamilan pasangan yang tidak dikaruniai anak.
Toying, seorang penjual siomay keliling yang rejekinya pas-pasan. Ekonominya sulit untuk menghidupi istri dan tujuh anaknya. Ia nekat untuk mengadopsi Rizki karena yakin ini salah satu cara untuk melancarkan rejekinya yang selama ini macet.
Rizki awalnya menolak untuk diadopsi ketiganya, namun Haji Muslih menasehati Rizki agar mau menerima adopsi itu dan mengusulkan agar ketiga orang itu sama-sama mengadopsi Rizki. Setelah berpikir sejenak, Rizki menyepakati itu dengan syarat, status adopsinya masih percobaan alias magang.
“Dalam satu minggu, saya akan menjadi anak angkat kalian. Senin Selasa di keluarga Pak Sutajir, Rabu Kamis di keluarga Pak Piyul, Jumat Sabtu di keluarga Pak Toying. Hari Minggu, libur. Dan ingat, status adopsi ini masih magang”. Ujar Rizki. Semuanya akhirnya sepakat.
Semua keluarga yang mengadopsi Rizki awalnya senang dengan kehadirannya, namun seiring berjalannya waktu, kedatangan Rizki malah menimbulkan banyak masalah di keluarga.
Di keluarga Sutajir, Rizki selalu ribut dengan anak kandung Sutajir yang merasa selalu dinomorduakan setelah kedatangan Rizki. Hingga akhirnya anaknya itu curhat di media sosial tentang ketidakadilan bapaknya sebagai pemimpin keluarga. Postingan di medsos itu viral, semua orang menganggap Sutajir tidak layak jadi pemimpin. Sutajir frustasi karena rakyat sudah tidak percaya padanya, sedangkan dia juga sudah mengeluarkan biaya banyak untuk kampanye.
Di keluarga Piyul, Istri piyul marah karena Piyul lebih memperhatikan Rizki daripada dirinya. Terlebih, Rizki menjadi pemicu keributan antara Piyul dan istrinya karena Rizki mengusulkan untuk menikah lagi. Kondisi hubungan Piyul dan Istrinya berada di ujung tanduk semenjak Rizki berada di rumah itu.
Di rumah Toying, Istri Toying marah karena Rizki mendapatkan jatah uang dan perhatian lebih banyak daripada dirinya dan anak-anak kandungnya. Terlebih, saat ada pesanan siomay dalam jumlah yang banyak, Rizki melakukan kesalahan sehingga membuat usaha Toying rugi, bahkan hampir mendekati bangkrut.

CERITA                                                  : AMIRUDIN OLLAND & SYAIKHU LUTHFI

SKENARIO                                           : SYAIKHU LUTHFI

DESIGN PRODUKSI                          : DEDDY MIZWAR

PRODUSER                                           : ASAD AMAR                                                   

SUTRADARA                                        : DENNI PUSUNG

PERAN UTAMA PRIA                       : RACHMAN YACOB

PERAN UTAMA WANITA               : FIDYA HALIZA

PERAN PEMBANTU PRIA              : ENCE BAGUS

PERAN PEMBANTU PRIA              : TOTOS RASITI                

PERAN PEMBANTU WANITA      : PUTRI PATRICIA

PENATA CAMERA                            : GUNUNG NUSA PELITA

PENYUNTING GAMBAR                : HANIF RIDLO

PENATA ARTISTIK                           : IBHAN

PENATA MUSIK                                : THOERSI ARGESWARA

PENATA SUARA                                : HARI AS SYAMSUAR

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn